{"id":1106,"date":"2026-01-13T05:15:15","date_gmt":"2026-01-13T05:15:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/?p=1106"},"modified":"2026-01-13T05:15:15","modified_gmt":"2026-01-13T05:15:15","slug":"ucapan-camat-cigudeg-picu-hujan-batu-camat-mencekam-blunder-jalan-nasional-bogor-lumpuh-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/?p=1106","title":{"rendered":"&#8220;Ucapan Camat Cigudeg Picu Hujan Batu. Camat Mencekam! &#8216;Blunder&#8217; Jalan Nasional Bogor Lumpuh Total."},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1107 size-full\" src=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114301_1.jpg\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"647\" srcset=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114301_1.jpg 665w, https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114301_1-300x292.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px\" \/>Bogor<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>ungkaphukumnasional.com<\/strong><\/em><\/span><br \/>\nRibuan warga tiga kecamatan yakni Cigudeg. Rumpin dan Parungpanjang berdemonstrasi menagih janji-janji Gubernur Jabar. pembukaan kembali tambang demi ekonomi. penyediaan lapangan kerja. Kompensasi. serta percepatan pembangunan jalan khusus tambang yang belum terealisasi.<\/p>\n<p>Ditengah guyuran hujan. massa menutup akses jalan nasional menggunakan truk tambang sebagai bentuk protes. Mereka mendesak Bupati Bogor agar tidak tutup mata. kondisi ekonomi warga yang terpuruk.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1108 size-full\" src=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114255_1.jpg\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"353\" srcset=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114255_1.jpg 665w, https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot_20260113-114255_1-300x159.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px\" \/>&#8220;Aksi demonstrasi berujung ricuh dengan perusakan kantor kecamatan setelah pernyataan Camat Cigudeg dinilai menyinggung perasaan warga. Massa yang kecewa melempari gedung dengan batu dan membakar ban di tengah jalanan.<\/p>\n<p>Berubah menjadi lautan manusia. Derasnya hujan yang mengguyur Bogor Barat. seolah tak mampu mendinginkan amarah ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang. Senin 12\/01\/26.<\/p>\n<p>Mereka turun ke jalan. mengepung Kantor Kecamatan Cigudeg dengan satu tujuan menuntut keadilan atas piring nasi mereka yang terancam.<\/p>\n<p>Aksi yang bermula sebagai unjuk rasa menuntut hak ekonomi ini berubah menjadi kericuhan mencekam. Jalan Nasional yang menjadi urat nadi penghubung Bogor-Banten lumpuh total.<\/p>\n<p>Bukan hanya oleh lautan manusia. tetapi juga oleh barikade truk-truk tambang raksasa yang diparkir melintang. menutup akses jalan bagi siapa saja yang hendak melintas.<\/p>\n<p>Massa aksi membawa kepedihan mendalam akibat kebijakan penutupan tambang yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Bagi ribuan warga. tambang bukan sekadar debu dan batu. melainkan sumber kehidupan.<\/p>\n<p>Dalam orasinya. para demonstran menyuarakan empat tuntutan krusial yang harus segera dipenuhi pemerintah:<\/p>\n<p>Realisasi Kompensasi: Menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait dana kompensasi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang.<\/p>\n<p>Pembukaan Kembali Tambang: Mendesak agar perusahaan tambang di Rumpin dan Cigudeg beroperasi kembali demi memutar roda ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>Reporter : Cecep Muklis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor &#8211; ungkaphukumnasional.com Ribuan warga tiga kecamatan yakni Cigudeg. Rumpin dan Parungpanjang berdemonstrasi menagih janji-janji&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1106","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1106"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1109,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions\/1109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}