{"id":2405,"date":"2026-04-14T06:35:23","date_gmt":"2026-04-14T06:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/?p=2405"},"modified":"2026-04-14T06:35:23","modified_gmt":"2026-04-14T06:35:23","slug":"formakom-indonesia-insiden-di-area-psn-pt-ipip-murni-gerakan-spontanitas-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/?p=2405","title":{"rendered":"Formakom Indonesia: Insiden di Area PSN PT IPIP Murni Gerakan Spontanitas Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2406 size-full\" src=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Screenshot_20260414-132505_1.jpg\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"938\" srcset=\"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Screenshot_20260414-132505_1.jpg 665w, https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Screenshot_20260414-132505_1-213x300.jpg 213w\" sizes=\"auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px\" \/>Kolaka, Sulawesi Tenggara<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>ungkaphukumnasional.com<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong>14 April 2026<\/strong> || Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia (Formakom Indonesia) memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang terjadi di Kilometer 12, kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).<\/p>\n<p>Formakom menegaskan bahwa peristiwa yang melibatkan karyawan PT Tosida Indonesia tersebut merupakan gerakan spontanitas tanpa adanya keterlibatan pihak sponsor maupun pengorganisasian tertentu.<\/p>\n<p>Panglima Tamalaki Formakom, Irfan Konggoasa, menjelaskan bahwa kehadiran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Adat di lokasi dipicu oleh laporan mengenai penutupan akses jalan oleh karyawan PT Tosida Indonesia. Penutupan tersebut menyebabkan aktivitas kendaraan logistik dan truk di area proyek terhenti total.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya, Irfan juga mengklarifikasi peran PT Master Pancang Pondasi (MPP), salah satu mitra strategis PT IPIP, yang berada di lokasi saat kejadian. Menurutnya, kehadiran PT MPP bertujuan untuk membantu meredam situasi dan memastikan anggota Ormas yang berada di titik pemblokiran tetap kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Kehadiran mitra di lapangan adalah untuk memastikan anggota tidak melakukan tindakan anarkis atau gerakan yang dapat merugikan semua pihak,&#8221; ujar Irfan.<\/p>\n<p>Situasi di Kilometer 12 dilaporkan telah kembali kondusif dan aktivitas operasional berjalan normal. Formakom menilai keberadaan PT IPIP memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kolaka dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.<\/p>\n<p>Irfan menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari program hilirisasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada peningkatan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDA) untuk kemandirian ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Ormas Adat berkomitmen menjaga investasi demi masa depan generasi mendatang dan juga Formakom menegaskan tetap akan bersikap kritis jika terdapat pelanggaran hukum atau pengabaian hak tenaga kerja lokal oleh pihak perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Ajakan Menahan Diri<\/strong><\/p>\n<p>Menutup pernyataannya, Irfan Konggoasa menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Meskipun menghormati setiap pihak yang memilih jalur hukum dalam menyelesaikan sengketa, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menunggangi isu ini untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap semua pihak bergandengan tangan mendukung pembangunan kawasan ini. Ormas Adat memiliki wibawa untuk menjaga harapan anak cucu kita, dan haram hukumnya jika gerakan ini ditunggangi oleh kepentingan personal,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: bidikhukumnews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolaka, Sulawesi Tenggara &#8211; ungkaphukumnasional.com 14 April 2026 || Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2405","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2407,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2405\/revisions\/2407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ungkaphukumnasional.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}