PISEW Buka Akses Pertanian 717 Meter di Sukaharja-Tajur Halang, Petani Kini Lebih Mudah Angkut Panen

BOGOR – ungkaphukumnasional.com

26 September 2026

Warga dan Kelompok Masyarakat (POKMAS) di Desa Sukaharja dan Desa Tajur Halang, Kabupaten Bogor, menyambut gembira terealisasinya pembangunan jalan akses pertanian sepanjang 717 meter yang dibiayai melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 Program ini merupakan hasil pengajuan mandiri masyarakat kepada pemerintah desa yang akhirnya disetujui dan terealisasi sepenuhnya.

Pembangunan jalan terbagi di dua wilayah, yakni Desa Sukaharja sepanjang 617 meter dan Desa Tajur Halang sekitar 100 meter, dengan total panjang 717 meter.

Spesifikasi fisik jalan meliputi panjang 717 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 cm. Pembangunan dilaksanakan secara swakelola murni dengan semangat gotong royong warga dari berbagai lapisan masyarakat, RT, RW, lintas dua desa.

Ketua POKMAS KAD, Yoyon Mujiono, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini menjawab keresahan petani yang sudah berlangsung lama.

“Kami berada di ketinggian 700 meter. Selama ini kendaraan tidak bisa masuk. Setiap kali panen, biaya angkut hasil tani sangat mahal. Pupuk pun harus diangkut dari bawah naik ke atas menggunakan motor, ongkosnya cukup besar,” ungkap Yoyon.

Kini dengan terbukanya akses, kendaraan roda empat dapat masuk langsung ke lokasi pertanian. Hasil panen seperti nanas, talas, singkong, serta aneka sayuran dapat diangkut tanpa biaya tambahan. Distribusi pupuk dan kebutuhan tani pun bisa dilakukan langsung ke lokasi, sehingga memangkas pengeluaran petani secara signifikan.

Yoyon menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah merealisasikan program ini.

“Terima kasih kepada pemerintah. Jalan ini mempermudah akses pengangkutan, memangkas biaya, dan membuat petani lebih semangat bertani,” ucapnya.

Ke depan, kemudahan akses ini diharapkan dapat menarik pembeli dan investor untuk datang langsung ke lokasi pertanian, sehingga produk pertanian warga semakin dikenal, mudah dipasarkan, dan kesejahteraan petani meningkat.

“Semoga pembeli bisa datang langsung ke lokasi, melihat kebun kami, dan membeli langsung. Tidak ada lagi alasan ‘jalannya susah’. Petani jadi tenang, fokus meningkatkan kualitas hasil tani,” pungkasnya.

Reporter: ( Yoyo / Fauzi )