Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VI Resmi Dibuka, BKPSDM Sukabumi Dorong ASN Jadi Penggerak Perubahan

SUKABUMI — ungkaphukumnasional.com

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI Tahap Klasikal Tahun Anggaran 2026, Senin (28/9/2026).

Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Puspa BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Kadupugur Km 10,4, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pembukaan pelatihan dihadiri para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi atau yang mewakili, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional BKPSDM, Komite Penjamin Mutu Pelatihan, Koordinator Widyaiswara dan para Widyaiswara, panitia penyelenggara, tamu undangan serta seluruh peserta PKP Angkatan VI Tahun 2026.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah terpilih dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan.

Menurutnya, keikutsertaan dalam PKP bukan sekadar kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan, tetapi merupakan amanah sekaligus tanggung jawab dalam proses pembentukan pemimpin birokrasi yang profesional, adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Saudara bukan sekadar peserta pelatihan. Saudara adalah bagian dari talenta kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” ujar Ganjar dalam arahannya.

Ia menegaskan, dinamika pemerintahan dan tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks mengharuskan pejabat pengawas tidak hanya mampu menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.

Menurutnya, organisasi pemerintahan saat ini menghadapi dua tuntutan sekaligus, yakni menjaga kinerja yang berjalan saat ini sekaligus mempersiapkan perubahan untuk masa depan.

Karena itu, pelayanan, target kinerja, disiplin dan akuntabilitas harus tetap terjaga. Di sisi lain, pemerintah juga perlu terus melakukan inovasi, transformasi digital, pengembangan talenta serta penyederhanaan proses pelayanan.

“Kita membutuhkan pejabat pengawas yang bukan hanya mampu mengelola pekerjaan, tetapi juga mengelola perubahan,” tegasnya.

Dorong Konsep Ambidex TDI

Dalam arahannya, Ganjar memperkenalkan pendekatan Ambidex TDI sebagai salah satu kerangka yang diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun aksi perubahan peserta PKP Angkatan VI.

Konsep tersebut menekankan kemampuan organisasi untuk menjaga kinerja saat ini sekaligus menyiapkan kinerja masa depan melalui dua gerak yang seimbang, yakni exploit atau optimasi dan explore atau inovasi.

Pada aspek exploit/optimasi, organisasi didorong mengoptimalkan sumber daya manusia, sistem, data, proses dan sumber daya yang telah dimiliki untuk memastikan kinerja berjalan secara efektif.

Sementara pada aspek explore/inovasi, peserta didorong mengembangkan gagasan, teknologi, kolaborasi dan cara kerja baru untuk membangun kinerja organisasi di masa mendatang.

Pendekatan tersebut diperkuat dengan tiga unsur TDI, yaitu Transformational Leadership, Disruptive Innovation, dan Integration.

Transformational Leadership diarahkan untuk membangun arah kepemimpinan, keteladanan serta koalisi perubahan.

Kemudian, Disruptive Innovation mendorong lahirnya inovasi untuk memutus pola kerja yang dinilai sudah tidak lagi memadai dalam menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Sedangkan Integration diarahkan pada upaya mengintegrasikan regulasi, proses, data, teknologi dan talenta untuk mendukung pengambilan keputusan ASN yang objektif dan akuntabel.

Ganjar berharap aksi perubahan yang dilakukan peserta PKP Angkatan VI dapat menjadi laboratorium penerapan konsep tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Ia menekankan agar aksi perubahan tidak berhenti sebagai dokumen atau sekadar materi seminar, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan organisasi dan masyarakat.

“Target kita sederhana: satu peserta, satu perubahan nyata, satu dampak bagi pelayanan,” katanya.

Peserta Didorong Bangun Kompetensi dan Kolaborasi

Lebih lanjut, Ganjar meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab.

Peserta juga diharapkan memanfaatkan proses pelatihan untuk memperluas wawasan, berdiskusi, membangun jejaring serta mengembangkan kolaborasi positif antarpeserta.

Ia juga menekankan pentingnya kompetensi, kinerja, integritas, kemampuan beradaptasi dan kemampuan berkolaborasi sebagai bagian dari pengembangan ASN ke depan.

Menurutnya, pengembangan ASN harus semakin berbasis pada kompetensi, kinerja, potensi dan kebutuhan organisasi.

Hal tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta iman dan takwa (IMTAQ).

“ASN harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Dengan dibukanya PKP Angkatan VI tahap klasikal tersebut, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus menghasilkan aksi perubahan yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VI Tahap Klasikal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 kemudian dinyatakan resmi dibuka oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi.

Ganjar juga menyampaikan apresiasi kepada para Widyaiswara, fasilitator dan seluruh jajaran panitia penyelenggara yang akan membimbing serta memfasilitasi peserta selama pelaksanaan pelatihan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas kepemimpinan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI, 28 SEPTEMBER 2026

Sumber: Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si. — Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Rutis Setyawandi