SPPG Yayasan Cianjur Peduli Umat: Lebih dari Sekadar Layanan Makanan Bergizi, Utamakan Kualitas dan Kepedulian Sosial
CIANJUR — ungkaphukumnasional.com
Di tengah maraknya layanan pemenuhan gizi yang berorientasi pada keuntungan semata, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cianjur Peduli Umat hadir dengan pendekatan berbeda. Berlokasi di Kampung Kebon Pedes, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, SPPG ini tidak hanya mengutamakan mutu bahan baku dan ketepatan menu, tetapi juga menempatkan aspek sosial sebagai jantung pelayanannya.
Setiap hari, SPPG ini mengelola dan mendistribusikan 2.700 paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai sekolah di sekitar Cibeber dan sekitarnya. Yang membedakan SPPG ini dari penyedia jasa katering pada umumnya adalah komitmennya untuk menyesuaikan menu berdasarkan permintaan langsung dari pihak sekolah—bukan sekadar menetapkan paket baku tanpa mempertimbangkan selera dan kebutuhan konsumen.
“Kami percaya bahwa anak-anak akan lebih bersemangat makan jika menunya sesuai dengan apa yang mereka sukai, selama tetap memenuhi standar gizi. Oleh karena itu, kami selalu berkoordinasi aktif dengan setiap sekolah mitra,” ungkap Kepala Yayasan Cianjur Peduli Umat, H. Irwan, kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/4/2026).
H. Irwan menegaskan, kualitas bahan baku menjadi harga mati. Sayuran yang digunakan dipastikan segar, berasal dari petani lokal yang terpercaya, serta bebas dari pestisida berlebihan. Begitu pula dengan sumber protein—daging ayam, ikan, atau tahu tempe—selalu melalui proses seleksi ketat sebelum diolah.
“Kami tidak mau ambil risiko dengan bahan murah tapi kualitas rendah. Anak-anak sekolah adalah aset masa depan. Memberi mereka makanan bergizi adalah bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa,” tegasnya.
Dapur SPPG yang dikelola oleh puluhan tenaga pengolah yang telah mendapatkan pelatihan higienitas dan giji juga rutin diaudit secara internal untuk memastikan standar kebersihan terpenuhi.
Keunikan lain dari SPPG ini adalah program rutin santunan kepada anak yatim yang dijalankan di sela-sela operasional layanan MBG. Secara bergiliran, SPPG mengundang puluhan anak yatim dari warga sekitar Kebon Pedes untuk mendapatkan paket makanan bergizi lengkap, ditambah dengan santunan uang tunai dan perlengkapan sekolah.
“Kami tidak pernah memungut biaya tambahan untuk kegiatan sosial ini. Semua berasal dari niat baik dan pengalokasian sebagian kecil keuntungan operasional. Karena bagi kami, keberkahan usaha lebih penting daripada keuntungan materi,” jelas H. Irwan.
Program santunan ini bahkan kerap dilakukan tanpa publikasi luas. “Biarlah amal jadi rahasia antara kami dan Allah,” tambahnya dengan rendah hati.
H. Irwan mengakui bahwa SPPG ini tidak didesain untuk mengejar profit besar. Margin keuntungan sengaja dijaga tipis agar harga paket MBG tetap terjangkau oleh sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah kurang mampu. Kelebihan dana yang ada justru dikembalikan dalam bentuk peningkatan kualitas layanan dan perluasan jangkauan santunan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis pemenuhan gizi bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Bukan hanya sekadar transaksi, tapi ada ikatan kemanusiaan di dalamnya,” ujar H. Irwan mengakhiri perbincangan.
Dengan kapasitas layanan 2.700 paket per hari dan terus meningkatnya permintaan dari sekolah-sekolah baru, SPPG Yayasan Cianjur Peduli Umat berencana menambah unit dapur dan memperluas armada distribusi dalam waktu dekat. Namun, H. Irwan menegaskan, ekspansi tidak akan pernah mengorbankan prinsip utama: kualitas, pelayanan sesuai request, dan keberpihakan kepada kaum dhuafa.
Sumber: bidikhukumnews.com






