HCS 2005 Selenggarakan Khitan Gratis Rutin Setiap Jumat, Terbuka untuk Masyarakat Umum

Sukabumiungkaphukumnasional.com
Hardoliend Community Since 2005 (HCS) terus menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan dengan menyelenggarakan khitan gratis secara rutin setiap hari Jumat, yang terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya, (16/01/26).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Base Camp HCS 2005, Jalan Saniin, Benteng Tengah, Kota Sukabumi, dan menjadi bagian dari program berkelanjutan HCS di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Selain layanan khitan gratis, HCS juga secara bersamaan menggelar bakti sosial (baksos) terapi Totok Sinergi dan bekam gratis, serta santunan bagi anak yatim piatu. Rangkaian kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi anak-anak yang menjalani khitan, tetapi juga bagi masyarakat umum yang membutuhkan layanan kesehatan alternatif dan perhatian sosial.

Ketua Hardoliend Community Since 2005 (HCS), Rio Rusdianto yang akrab disapa Bang Kempez, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari struktur organisasi HCS, mulai dari tingkat kota hingga ranting.

“Kegiatan ini didukung langsung oleh Ketua Kotamadya HCS Kang Dhede, Ketua Kabupaten HCS Veri, para ketua ranting dari berbagai wilayah, seluruh anggota HCS, serta partisipasi dari masyarakat di luar anggota HCS yang turut berdonasi,” ujar Rio Rusdianto.

Ia menegaskan bahwa sumber anggaran kegiatan sepenuhnya berasal dari swadaya, tanpa bantuan pemerintah maupun pungutan kepada masyarakat.

“Anggaran kegiatan bersumber dari Ketua Kotamadya, Ketua Kabupaten, para Ketua Ranting, anggota HCS, serta donatur dari luar anggota. Semua berjalan atas dasar keikhlasan dan semangat gotong royong,” jelasnya.

Menurut Rio, khitan merupakan bagian dari syariat Islam sekaligus memiliki manfaat kesehatan, sementara terapi totok sinergi dan bekam menjadi alternatif pengobatan yang banyak dibutuhkan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang mudah diakses, gratis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan khitan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan, dan kenyamanan peserta, serta disertai edukasi perawatan pascakhitan. Layanan terapi totok sinergi dan bekam ditangani oleh praktisi berpengalaman, sementara santunan anak yatim piatu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial.

HCS berharap kegiatan sosial rutin ini dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan, mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat, serta menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian bersama.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Selama masih diberi kemampuan dan kepercayaan, kegiatan sosial ini akan terus kami jalankan,” tutup Rio Rusdianto.

Reporter: Rutis Setyawandi