Baksos Terapi Totoksinergi dan Bekam Gratis HCS 2025 Kembali Selenggarakan Layanan Kesehatan Alternatif untuk Masyarakat

Sukabumi — ungkaphukumnasional.com Hardoliend Comunity Since 2025 (HCS) kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) terapi totoksinergi dan bekam gratis, Jumat (12/12/2025). Program ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap dua bulan sekali di setiap hati Jumat tepatnya. Sebagai bentuk komitmen HCS dalam memberikan pelayanan kesehatan alternatif sekaligus meningkatkan edukasi keagamaan kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Base Camp HCS 2025, Jalan Saniin, Benteng Tengah, Kota Sukabumi, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Selain terapi totoksinergi dan bekam, juga memberikan edukasi seputar bahaya riba, narkoba, LGBT, serta pentingnya melaksanakan salat sebagai bagian dari pembinaan rohani.
Pada pelaksanaan kali ini, HCS menghadirkan lima relawan ahli totok sinergi dan bekam dari Bandung. Kehadiran para relawan tersebut menjadi dukungan penting dalam menangani jumlah peserta yang cukup besar, yakni mencapai kisaran 150 hingga 200 orang. Adapun dalam acara rutin yg di selenggarakan setiap hari Jum’at GRATIS Juga Dan juga khitanan masal GRATIS yang di selenggarakan oleh HCS / HARDHOLIEND COMMUNITY SINCE 2005.
Ketua Hardoliend Comunity Since 2025 (HCS), Rio Rusdianto — atau yang akrab dikenal dengan Bang Kempez — menjelaskan bahwa kegiatan baksos ini murni digerakkan oleh semangat sosial para anggota komunitas. Seluruh kegiatan dilaksanakan tanpa bantuan anggaran dari dinas atau instansi pemerintah, melainkan sepenuhnya berasal dari swadaya anggota dan donasi yang terkumpul secara sukarela dari angotanya dan rekan-rekannya.
“Kami mengadakan kegiatan ini bukan karena punya anggaran besar, tapi karena kami punya niat besar untuk membantu,” ujar Bang Kempez. “Setiap anggota HCS menyumbang apa yang ia mampu, entah tenaga, waktu, atau rezeki. Dari situlah kegiatan ini bisa terus berjalan.”
Bang Kempez menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memberikan layanan bekam atau totok sinergi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lahir dan batin.
“Banyak masyarakat yang mungkin tidak mampu mengakses layanan kesehatan alternatif seperti ini. Di sinilah kami berusaha hadir,” tambahnya. “Selain itu, edukasi yang kami berikan tentang riba, narkoba, hingga pentingnya salat adalah upaya kami untuk menjaga akhlak dan keimanan bersama. Kami ingin masyarakat bukan hanya sehat fisiknya, tetapi juga sehat jiwanya.”
Ia berharap dukungan komunitas dan masyarakat semakin kuat agar program HCS dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi manfaat nyata. Selama masyarakat membutuhkan, insyaallah kami akan terus hadir,” tutupnya.
Reporter: Rutis. s






