Semangat Ramadan: PSI Cianjur Tebar Kebahagiaan Lewat Buka Bersama dan Santunan untuk 65 Anak Yatim serta Lansia

CIANJURungkaphukumnasional.com || Di tengah gemuruh hiruk-pikuk politik yang kerap diwarnai dinamika kekuasaan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur memilih untuk menyapa masyarakat dengan cara yang berbeda. Mengusung semangat religi dan kepedulian sosial, PSI Cianjur menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 65 penerima manfaat, terdiri dari anak yatim dan kaum lansia, di Pendopo Tumaritis, Cianjur, Jumat sore.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi simbol awal kepengurusan baru DPD PSI Cianjur. Tak sekadar seremonial tahunan, acara ini dihadirkan sebagai fondasi pertama untuk membangun kedekatan emosional antara partai dan masyarakat.

Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur, Anggarda Giri Rajati, secara langsung turun ke lapangan memantau jalannya acara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukanlah ajang pencitraan, melainkan ibadah sosial yang harus dirawat konsistensinya.

“Alhamdulillah, ini adalah acara perdana kami di periode kepengurusan yang baru. Kebetulan momentumnya tepat di bulan suci, jadi kami kemas sebagai bentuk syukur dan kepedulian. Ada 65 penerima manfaat hari ini, terdiri dari 33 anak yatim binaan dan 32 lansia serta penerima bantuan sosial lainnya. Ini bukan seremonial, ini ibadah,” ujar Anggarda dengan nada penuh ketulusan.

Namun, di balik agenda berbagi takjil dan santunan tersebut, Anggarda menyelipkan pesan politik yang substantif. Ia mengakui bahwa selama satu dekade terakhir, struktur partainya di tingkat akar rumput masih perlu pembenahan serius. Untuk itu, ia menjadikan momen Ramadan ini sebagai titik start konsolidasi internal yang masif.

“Saya punya komitmen tegas: struktur di bawah harus hidup. Bukan sekadar nama di atas kertas untuk kebutuhan verifikasi. Saya ingin PSI benar-benar punya denyut nadi di masyarakat,” tegasnya.

Tak main-main, Anggarda membuktikan komitmennya dengan aksi nyata. Selama dua bulan terakhir, ia mengaku telah menyambangi 18 kecamatan di Kabupaten Cianjur, yang mencakup 224 desa. Yang menarik, dalam lawatan kerjanya tersebut, ia memilih untuk mengemudikan kendaraannya sendiri tanpa dikawal ajudan atau rombongan besar.

“Barangkali kalau saya punya kepentingan pribadi, saya akan sibuk cari muka menjelang verifikasi. Tapi kami buktikan dengan keliling langsung, nyopir sendiri, menyambangi teman-teman di tingkat bawah. Alhamdulillah, responsnya luar biasa. Ini bukti bahwa kerja nyata lebih berarti daripada sekadar wacana,” pungkasnya.

Suasana hangat terasa kala azan Magrib berkumandang. Para pengurus partai, anak yatim, dan para lansia duduk bersama menyantap hidangan berbuka. Senyum merekah di wajah mereka yang menerima santunan menjadi pemandangan utama yang mencuri perhatian.

Acara ini menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya kompetisi politik, masih ada ruang untuk kelembutan dan kebersamaan. Ramadan, bagi PSI Cianjur, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan diri dari ambisi kekuasaan dan menggantinya dengan kepekaan sosial.

Dengan langkah awal yang penuh makna ini, publik Cianjur patut menanti apakah komitmen “struktur hidup” yang digaungkan Anggarda akan benar-benar berbuah manis bagi masyarakat luas, atau sekadar menjadi janji manis di bulan yang penuh ampunan.

Red