Puncak kegiatan Pesantren Ekologi SMA Negeri 9 Kota Bogor Tanam Ratusan Pohon
BOGOR – ungkaphukumnasional.com
Pesantren Ekologi SMA Negeri 9 Kota Bogor telah mencapai hari terakhir yang diisi dengan berbagai program pendidikan lingkungan dan sosial bagi para siswa, Kegiatan Pesantren Ekologi ini berlangsung sejak 27 Februari hingga 13 Maret 2026 dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga alam.
Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor, Rini Listari, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ekologi ini merupakan bagian dari implementasi arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar pendidikan juga menanamkan kesadaran menjaga lingkungan.
“Melalui pesantren ekologi ini, siswa diajak memahami pentingnya menjaga alam melalui berbagai kegiatan, seperti pembuatan eco enzyme dari limbah kulit buah, penanaman pohon, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga,” jelasnya.
Pada puncak kegiatan, para siswa melakukan aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah yang berada di dua lokasi, yakni Kartini dan Mangkubumi. Pohon yang ditanam antara lain kelengkeng dan jambu citra, serta berbagai tanaman hias dan tanaman obat keluarga.
Secara keseluruhan, lebih dari 200 tanaman ditanam oleh para siswa, termasuk 27 pohon utama yang mewakili jumlah kelas di sekolah tersebut.
Selain kegiatan lingkungan, SMA Negeri 9 Kota Bogor juga menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada dua tempat ibadah, yakni Pondok Pesantren Santan Arisalah di Ciapus dan Musala Awabin di Kebun Kelapa, Bogor Tengah.
Kegiatan sosial lainnya adalah Jumat Sedekah serta santunan kepada 25 anak yatim yang merupakan siswa internal sekolah.
Rini berharap kegiatan Pesantren Ekologi ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai khalifah di muka bumi.
“Harapannya, apa yang ditanam hari ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial saja, tetapi benar-benar dirawat hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Agus Salim, yang juga guru di SMA Negeri 9 Kota Bogor, menjelaskan bahwa pesantren kali ini memiliki konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, salah satu program utama dalam kegiatan tersebut adalah Tadabur Alam, yaitu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan lingkungan, sekaligus mengintegrasikannya dengan aksi nyata menjaga alam.
“Dalam program Tadabur Alam, siswa tidak hanya menghafal ayat, tetapi juga mempraktikkan kepedulian terhadap lingkungan seperti hemat energi, penanaman pohon, serta menjaga kebersihan. Bagi kami, menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” ujar Agus Salim.
Selain Tadabur Alam, kegiatan ini juga diisi dengan program Rantang Kanya, yaitu kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini melibatkan seluruh kelas di SMA Negeri 9 Kota Bogor secara bergiliran selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya itu, terdapat pula program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mengajak siswa membangun karakter positif sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat. Aktivitas tersebut meliputi salat, olahraga, membantu orang tua, belajar, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu di tempat yang sama, Muhamad zakarya dan mulyana selaku murid mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita dan temen temen karena dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta dapat menjaga ekosistem ataupun bencana.
Dengan adanya Pesantren Ekologi kita jadi paham tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan semoga kedepannya kegiatan ini tidak hanya di laksanakan di sekolah saja melainkan di lingkungan masyarakat, harapnya.
Reporter: (Jhon)






