”Bupati Kolaka Disandera Tuntutan: 224 Dumptruk Turun ke Jalan Tuntut Keadilan”
Kolaka, Sulawesi Tenggara – ungkaphukumnasional.com || 02/04/2026 Gelombang massa yang tergabung dalam FPIM Forum Pemerhati Investasi Masyarakat bersama 224 sopir membuat macet akses laluntas jalan seputaran Perkantoran, pasalnya para sopir juga membawa masuk 224 mobil dumptruk, hingga membuat pengatur lalulintas bekerja lebih maksimal, Kamis (02/04/2026).
Hingga Polisi lalulintas berusaha melakukan pengalihan arus lalulintas, kemacetan pun terurai. Namun akses jalan titik massa aksi lumpuh total.
Sembilan (9) orator bergantian dalam menyuarakan aspirasi peduli terhadap mobil damptruk masyarakat lokal Kabupaten Kolaka yang terkesan tidak diberdayakan dalam angkutan material pembangunan sejumlah perusahaan tambang di Kabupaten Kolaka, diantaranya PT. IPIP, PT. Vale, PT. Antam dan sejumlah Perusahaan tambang lainnya.
Mardin Fahrun, Ketua Ormas LAKI Sultra dalam orasinya meminta Bupati Kolaka dan jajarannya kiranya membuka kran bagi para sopir Dumptruk untuk diberdayakan dalam menyuplai material pada pembangunan di kawasan Industri PSN di kabupaten Kolaka.
“Kami hadir dalam aksi ini tentunya mendukung investasi di kabupaten Kolaka, lain dari itu pula kami meminta Bupati H. Amri Jamaluddin dan Wakil Bupati H. Husmaluddin untuk memberdayakan para sopir dalam menyuplai material lokal di proyek PSN, kami tahu betul Bupati dan Wakil Bupati begitu peduli dengan masyarakat Kolaka, bahkan sebelum jadi Bupati dan Wakil, keduanya jelas jelas rekam jejak dalam membantu masyarakat di berbagai sosial kemasyarakatan. Dengan adanya aksi damai ini, kami berharap penuh kiranya kedua orang nomor satu di Kabupaten Kolaka ini, dapat memahami dan secepatnya mencarikan solusi terbaik bagi para sopir Dumptruk,” Ungkap Mardin yang juga diketahui selaku Ketua Karateker KNPI Kolaka.
Sugiarto, Penanggung jawab aksi, dalam orasinya mendesak Bupati Kolaka dapat memperhatikan keluh kesah para sopir Dumptruk yang tersisihkan ditengah peluang yang seharusnya menghasilkan bagi mereka dengan adanya kebutuhan material pasir pembangunan proyek PSN, alhasil mereka gigit jari mobil terparkir, sementara dikejar kebutuhan hidup, anak sekolah, anak kuliah, dan cicilan mobil mendesak.
Di panggung yang sama, salah satu orator, Akbar yang akrab di sapa Bombom, dalam orasinya menekankan kehadiran para sopir menuntut Bupati Kolaka hadir sediakan waktu untuk duduk bersama ratusan sopir, Carikan solusi terbaik, agar tuntutan ini tidak berkepanjangan. Usai dari itu dilanjutkan dengan orator lainya dengan tuntutan yang sama.
Hingga berlangsung dua jam, Massa aksi disambut Staf Ahli Bupati Kolaka, Hasimin S.H, Firlan Alimsyah Anggota DPRD Kolaka bersama utusan Dinas Nakertrans dan Kasat Pol PP Kolaka.
Selanjutnya massa aksi secara bersama-sama duduk melantai di Teras Kantor Bupati menggelar audiens.
Dalam audiens Hasimin, menginformasikan bahwa Bupati Kolaka berada di luar daerah, Sekda sedang ada kegiatan penting, maka dari itu aspirasi massa aksi para sopir akan di teruskan secara resmi kepada Bupati Kolaka.
Usai beraudiens dua jam lamanya, Firlan Alimsyah menyampaikan bahwa Ia telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kolaka dan akan menjadwalkan gelar rapat dengar pendapat, tentunya dengan menghadirkan Pemda Kolaka, PT. IPIP, PT. Vale, PT Antam, sesuai dengan permintaan massa aksi terjadwal RDP pekan depan.
Hingga adanya kesepakatan, masa aksi membubarkan diri bersama mobil ratusan mobil dumptruk dengan tertib, maka kemacetan lalulintas pun terpantau media ini kembali normal.
Sumber: bidikhukumnew.com






