Dapur Dua Rumah Tertimbun Longsor di Gekbrong, Kerugian Capai Rp70 Juta
CIANJUR – ungkaphukumnasional.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Cianjur sejak siang hari mengakibatkan bencana tanah longsor di permukiman padat penduduk. Tebing setinggi dua meter di Kampung Awilarangan RT 01/RW 06, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, ambrol dan menimpa bangunan dapur dua rumah warga, Kamis (2/4/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.15 WIB, saat intensitas hujan mencapai puncaknya. Material tanah dan bebatuan dari tebing yang tak lagi kuat menahan tekanan air menyapu bersih bagian belakang rumah milik Khoer (39) dan Jajang (58). Halaman serta pagar rumah Aep (43) di lokasi yang sama juga turut rusak akibat terjangan material longsor.
Camat Gekbrong, Robbi Erlangga, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menjelaskan bahwa faktor penyebab utama longsor adalah luapan saluran irigasi warga yang sempit. Saluran tersebut tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi setelah hujan deras berlangsung sejak pukul 13.00 WIB.
“Air meluap dan terus menggerus dinding tebing di belakang permukiman. Struktur tanah yang labil ditambah tekanan air membuat tebing setinggi dua meter itu akhirnya runtuh. Yang terdampak langsung adalah bagian dapur dan pembatas rumah, tetapi untungnya struktur utama rumah masih aman dan korban masih bisa tinggal,” jelas Robbi di tengah kesibukannya mengoordinasikan warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit. Tim reaksi cepat dari aparat kewilayahan memperkirakan total kerugian akibat rusaknya dua unit dapur, satu pagar rumah, serta sejumlah perabot dapur yang tertimbun mencapai sekitar Rp70 juta.
“Korban jiwa nihil, itu yang paling penting. Tapi kerugian materi cukup memberatkan warga mengingat mereka kehilangan tempat memasak dan sebagian perabot,” ujar seorang petugas Tagana yang turun langsung ke lokasi.
Hingga pukul 16.00 WIB, suasana di Kampung Awilarangan masih terlihat sibuk. Warga bahu-membahu bersama aparat gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, Tagana, dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gekbrong bergotong royong membersihkan material longsor. Evakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan juga terus dilakukan.
Polsek Warungkondang saat ini tengah melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di kawasan perbukitan dengan struktur tanah gembur untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan normalisasi saluran irigasi dan mengevaluasi kestabilan tebing di lokasi ini agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Robbi.
Sumber: bidikhukumnews.com






