Gelorakan “Kartini Soul Yoga”, DPC PDIP Cianjur Ajak Perempuan Akar Rumput Jaga Keseimbangan Jiwa dan Lingkungan

CIANJURungkaphukumnasional.com Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Cianjur tahun ini terasa berbeda. Alih-alih sekadar mengenakan kebaya dan menggelar seminar formal, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur memilih pendekatan yang lebih personal dan substansial: memadukan kebugaran fisik, penguatan mental, hingga aksi penyelamatan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan bertajuk “Kartini Soul Yoga: Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya & Berdampak”.

Bertempat di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Abdullah bin Nuh, Selasa (21/4/2026), puluhan perempuan dari berbagai latar belakang kompak menggelar matras yoga di bawah langit Cianjur. Dipandu langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, SH., MKP yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD setempat, kegiatan ini sukses menepis stigma bahwa politik identik dengan kekakuan dan jarak dengan rakyat.

Dalam balutan pakaian olahraga yang ringan, Susilawati tidak hadir sebagai pejabat yang berpidato di atas podium, melainkan sebagai instruktur yang luwes mengajarkan teknik pernapasan dan keseimbangan tubuh kepada para peserta.

“Ini adalah bagian dari sekolah tubuh bagi perempuan. Bukan sekadar olahraga, yoga mengajarkan kita untuk mendengarkan diri sendiri. Seorang Kartini masa kini harus kuat secara fisik, tenang secara mental, agar mampu menghadapi kompleksitas peran sebagai ibu, istri, sekaligus warga negara,” ujar Susilawati di sela-sela sesi pendinginan.

Bobot kegiatan ini tidak berhenti pada gerakan downward dog atau tree pose. Di balik harmoni gerakan, DPC PDIP Cianjur menyusupkan tiga agenda strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan aktual perempuan Cianjur:

1. Sosialisasi Hukum Perlindungan Perempuan: Sebelum sesi yoga dimulai, peserta dibekali pemahaman mendasar mengenai undang-undang perlindungan perempuan dan anak. Langkah ini dianggap krusial untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan diskriminasi di tingkat akar rumput.

2. Edukasi Lingkungan Berbasis Rumah Tangga: Mengingat perempuan adalah “manajer” utama di rumah, diskusi singkat digelar mengenai pengelolaan sampah dan konservasi air dari lingkup terkecil.

3. Gerakan Tanam Pohon: Sebagai penutup simbolis sekaligus komitmen jangka panjang, setiap peserta menerima bibit pohon produktif untuk ditanam dan dirawat di halaman rumah masing-masing.

“Kami tidak ingin Hari Kartini hanya menjadi seremoni sesaat. Semangat Ibu Kartini itu harus membumi. Kalau dulu beliau memperjuangkan akses pendidikan, hari ini kita wajib memperjuangkan hak hidup sehat, aman dari kekerasan, dan hak atas lingkungan yang lestari,” tegas Susilawati.

Peringatan Hari Kartini di tubuh PDIP Cianjur sejatinya telah bergulir sehari sebelumnya. DPC setempat mencatat telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Warungkondang. Kombinasi antara sentuhan sosial langsung dan kegiatan Kartini Soul Yoga ini menjadi cerminan dua sisi Kartini: keteguhan hati membantu sesama dan kebijaksanaan menjaga keseimbangan diri.

Instruktur yoga profesional, Vivi Indria Sari, yang turut membersamai acara ini mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, gerakan yoga yang diajarkan pagi itu sengaja didesain low impact dan inklusif. “Kami memilih gerakan restoratif yang bisa diikuti oleh ibu-ibu akar rumput. Tujuannya bukan untuk menjadi atlet, tapi untuk menyadarkan bahwa tubuh perempuan adalah aset berharga yang harus dirawat agar mampu terus berkarya,” jelas Vivi.

Acara yang berlangsung khidmat namun penuh gelak tawa ini berakhir dengan sesi foto bersama di bawah terik pagi. Lebih dari sekadar peringatan formal, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur ingin menegaskan bahwa perjuangan emansipasi telah bergeser ke ranah yang lebih luas: bagaimana perempuan mampu mengelola energi positif bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungannya.

“Tidak ada kendala berarti. Antusiasme ibu-ibu luar biasa. Ini bukti bahwa jika diberi ruang dan sentuhan yang tepat, perempuan akar rumput siap bergerak dan memberi dampak,” pungkas Susilawati.

 

Sumner: bidikhukumnews.com