Muscab ke-6 PKB Cianjur Tentukan Arah Baru Serta Perkuat Politik Kehadiran dan Rekrutmen
CIANJUR – ungkaphukumnasional.com
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-6 yang berlangsung khidmat di Grand BYDIEL, Jalan Ir. H. Juanda No. 120, pada Minggu (5/4/2026). Muscab ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan kinerja, tetapi juga penegasan arah politik baru partai berlambang bola dunia tersebut di Bumi Rengganis.
Hadir dalam forum musyawarah tersebut, Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, yang menunjukkan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif. Turut hadir pula Ketua DPRD Cianjur serta perwakilan dari seluruh partai politik, menandakan tingginya atensi lintas partai terhadap dinamika internal PKB yang dikenal sebagai salah satu mesin politik terbesar di Cianjur.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, M.P., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Muscab kali ini mengusung tiga agenda besar. Pertama, laporan pertanggungjawaban kinerja kepengurusan lama. Kedua, perumusan program dan pokok-pokok pikiran partai untuk lima tahun ke depan. Ketiga, penetapan tiga calon ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur yang selanjutnya akan mengikuti seleksi di PTN dan uji kelayakan internal di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
“Tidak ada gejolak, tidak ada dinamika yang berarti. Kita sepakat bahwa rekruitmen kepemimpinan partai di tingkat cabang dilakukan dengan pendekatan mediasi. Artinya, ada evaluasi kinerja objektif dari DPP dan DPW, baru kemudian diusulkan sebagai bakal calon. Ini adalah demokrasi permufakatan, bukan politik adu suara,” tegas Lepi.
Lepi juga memaparkan capaian gemilang yang menjadi modal utama partai. PKB Cianjur mencatatkan lonjakan suara signifikan dari 83.000 suara pada pemilu sebelumnya menjadi 146.000 suara. “Perolehan kursi kami naik, suara naik, bahkan kami berkontribusi nyata terhadap kemenangan di Pilkada dan Pilpres. Nilai evaluasi kinerja internal kami mencapai 97. Itu nilai yang sangat baik,” imbuhnya.
Menjawab tantangan masa depan, PKB Cianjur memproyeksikan tiga pilar utama program kerja:
1. Institusionalisasi Partai: Penataan struktur yang lebih modern dan adaptif.
2. Kaderisasi Berjenjang: Fokus mencetak kader-kader ideologis dan teknokratis.
3. Politik Kehadiran dan Pelayanan: Ini menjadi program unggulan yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.
“Kami akan hadir di tengah masyarakat. Kami punya lembaga amal (Badan amal zakat shodaqoh). Kami juga menyediakan layanan kesehatan 24 jam. Bahkan, setiap hari Jumat ada program ‘voting’ (konsultasi publik) dan yang paling membanggakan, kami memiliki 8 ambulans yang sudah beroperasi,” papar Lepi.
Program layanan kesehatan dan ambulans gratis ini dinilai sebagai wujud nyata dari fungsi representasi PKB. “Kami akan memperkuat fungsi agregasi dan artikulasi. Bagaimana merumuskan kebijakan yang secara makro bisa dirasakan langsung oleh warga Cianjur, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB hasil keputusan Muktamar di Bali,” tandasnya.
Muscab ke-6 PKB Cianjur berhasil menjadi barometer demokrasi internal yang dewasa. Dengan tidak adanya gejolak politik semata, partai justru fokus pada peningkatan kinerja riil dan pelayanan masyarakat. Tiga nama calon ketua yang akan dikirim ke PTN Purwokerto nantinya diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral, tetapi juga penguatan fungsi partai sebagai pelayan publik.
Politik kehadiran melalui ambulans, layanan kesehatan 24 jam, dan penguatan fungsi legislatif menjadi ‘ijab kabul’ baru PKB kepada rakyat Cianjur. Sebuah komitmen bahwa partai politik bukan sekadar kendaraan kekuasaan, melainkan solusi atas persoalan rakyat sehari-hari.
Sumber: bidikhukumnews.com






