Paramita Sabet Juara 1 Tenis Meja HAB Ke-80 Kemenag Cianjur
CIANJUR – ungkaphukumnasional.com
Di atas podium, sorot matanya berbinar-binar sembari tangannya yang kokoh mengangkat piala kemenangan. Sorak-sorai dan tepuk tangan riuh memenuhi ruangan, bukan hanya untuk sebuah kemenangan olahraga, tetapi untuk sebuah kisah inspirasi yang menyentuh hati. Dialah Paramita Kurnia Damayanti S.Pd., guru Madrasah Tsanawiyah (MTs.) YANURIS di Kecamatan Ciranjang, yang berhasil mengukir nama sebagai Juara 1 Tenis Meja Putri pada puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Sabtu (3/1/2026).
Kemenangan ini istimewa. Bukan hanya karena diraih di tengah persaingan ketat puluhan guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Cianjur, tetapi karena datang dari seorang pendidik yang sehari-harinya mengabdi di madrasah pelosok. Prestasi Paramita menjadi bukti nyata bahwa dedikasi di ruang kelas bisa sejalan dengan semangat berprestasi di bidang lain.
Turnamen yang diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai perwakilan ini berlangsung alot. Setiap pukulan di meja hijau tak hanya mengandalkan teknik, tetapi juga mental dan kecerdikan. Paramita, dengan ketenangan khas seorang guru yang biasa menghadapi dinamika kelas, tampil konsisten sejak babak penyisihan.
“Setiap poin saya peroleh dengan strategi, sabar, dan keyakinan. Ini seperti mengajar; kita harus memahami ‘karakter’ lawan, mencari celah, dan tidak mudah menyerah,” ujar Paramita, wajahnya masih memancarkan aura kemenangan. Senyumnya lebar, mengisyaratkan kebahagiaan yang tak terbendung.
Kepala MTs. YANURIS, Esa Ansori, S.Pd.I., menyambut kabar gembira ini dengan luapan kebanggaan. “Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi keluarga besar MTs. YANURIS dan madrasah di wilayah Ciranjang pada umumnya. Ibu Paramita membuktikan bahwa guru madrasah itu multitalenta. Di sekolah, beliau adalah pendidik yang disiplin dan kreatif. Di lapangan tenis meja, beliau adalah atlet berjiwa juara. Semoga ini memotivasi guru-guru lain untuk terus mengembangkan potensi diri,” tuturnya.
Kemenangan Paramita di ajang bergengsi HAB ke-80 Kemenag ini pun menjadi simbol semangat baru. Ia tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga mengangkat nama madrasah tempatnya mengabdi. Prestasi olahraga ini seolah menyuarakan bahwa guru-guru di daerah juga memiliki bakat dan potensi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten.
Sebagai guru, Paramita dikenal dekat dengan peserta didiknya. Kini, dengan prestasi barunya, ia memberikan pelajaran berharga di luar kurikulum: tentang sportivitas, perjuangan, dan pentingnya memiliki hobi yang positif. Ia menjadi teladan bahwa mengejar passion tidak akan mengganggu profesionalitas, justru saling menguatkan.
“Ini adalah hadiah terindah di awal tahun 2026, sekaligus kado spesial untuk HAB ke-80 Kemenag yang kita cintai. Terima kasih atas dukungan keluarga, rekan-rekan guru, dan tentu saja keluarga besar Kemenag Cianjur. Mari terus berkarya dan berprestasi, di bidang apa pun!” pungkas Paramita penuh semangat.
Prestasi Paramita Kurnia Damayanti S.Pd. ini menjadi cerita manis yang mengiringi perjalanan 80 tahun Kementerian Agama Kabupaten Cianjur. Sebuah pengingat bahwa dalam jiwa seorang pendidik, tersimpan api kompetisi yang sehat dan semangat untuk terus menjadi yang terbaik, menginspirasi generasi di manapun mereka berada.
RED






