Kobaran Api Hanguskan Toko SANIYA di Cianjur, Solidaritas Warga dan Aparat Jadi Kunci Keselamatan”

CIANJURungkaphukumnasional.com Kepanikan sempat menyelimuti kawasan Jalan dr. Muwardi, Kelurahan Muka, Cianjur, Sabtu (24/1/2026) sore. Kebakaran hebat yang menyala sekitar pukul 15.30 WIB melahap Toko SANIYA dengan cepat, mengirimkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi. Namun, di tengah bencana, sinergi luar biasa antara petugas pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan partisipasi aktif warga setempat berhasil mencegah hal yang lebih buruk. Yang paling penting: Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sumber api diduga berasal dari bagian dalam toko yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga tersebut. Karena kondisi bangunan yang padat barang dan didorong angin sore yang cukup kencang, api dengan cepat menjalar dan membesar, membuat warga sekitar berhamburan keluar dalam keadaan panik.

Respons tim darurat sangat cepat. Tidak kurang dari 10 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman mendapat dukungan penuh dari satu unit mobil tangki air milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Distarkim), kendaraan Samapta Polres Cianjur, serta satu unit Water Canon yang efektif membasmi titik-titik api dari jarak jauh.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yuriko Hadi, yang memantau langsung proses pemadaman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama semua pihak. “Alhamdulillah, kebakaran dapat kita tangani bersama-sama,” ujarnya kepada para awak media. “Ini menunjukkan bahwa Cianjur sebagai sebuah komunitas kota mampu bergerak cepat dalam menghadapi bencana.”

Alexander mengakui proses pemadaman sempat menghadapi kendala signifikan. “Selain kondisi bangunan yang padat, cuaca yang cukup berangin sore tadi sempat membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi menjalar. Namun, berkat strategi yang terkoordinasi dan semangat gotong royong, kami berhasil mengatasi itu semua,” jelasnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan proses pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang tersisa dan berpotensi membakar kembali.

Kapolres menegaskan, hingga Sabtu malam, tidak ada laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut. “Tim evakuasi bekerja dengan baik. Itu prioritas utama kami,” katanya.

Sementara untuk kerugian materiil, diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat luas area toko dan jenis barang yang terbakar. “Kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh petugas. Kami akan menghitung secara detail jenis dan nilai barang yang terbakar,” pungkas Alexander.

Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki lebih lanjut oleh tim forensik kepolisian dan damkar. Dugaan sementara berkisar pada korsleting listrik, namun segala kemungkinan masih tetap terbuka hingga investigasi selesai.

Sementara itu, aktivitas di sekitar lokasi kebakaran mulai normal kembali meski bekas kejadian masih terlihat. Warga sekitar menyaksikan langsung betapa sigapnya respons tim gabungan, sebuah pelajaran berharga tentang arti solidaritas di tengah musibah.

RED