SMP ITQ, SMK 3, dan SMK 4 Bina Sejahtera Kota Bogor Gelar SMARTREN 1447 H: Pesantren Ekologi Ramadan yang Membentuk Generasi Berkarakter dan Peduli Lingkungan

Bogorungkaphukumnasional.com

Bulan Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk memperkuat nilai keagamaan, karakter, dan kepedulian sosial peserta didik. Tahun ini, program SMARTREN 1447 H hadir dengan konsep baru yang lebih kontekstual, yaitu Pesantren Ekologi, sebuah pendekatan pembinaan Ramadan yang tidak hanya menekankan ibadah spiritual, tetapi juga tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Keluarga besar SMP ITQ, SMK 3, dan SMK 4 Bina Sejahtera yang berlokasi di jln Radar Baru, kelurahan Margajaya kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menggelar kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan 1447 H yang dirangkaikan dengan berbagi takjil, santunan yatim dan dhuafa.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor: 20915/KPG.03.04/SEKRE tentang pelaksanaan pembelajaran selama Bulan Suci Ramadan bagi SMA/SMK dan SLB se-Jawa Barat.

Dalam edaran tersebut, kegiatan pembelajaran selama Ramadan diarahkan pada penguatan pendidikan karakter melalui penanaman nilai-nilai keagamaan serta nilai Gapura Pancawaluya sesuai agama dan keyakinan peserta didik. Tujuannya, membentuk keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, kepemimpinan, kepedulian sosial, hingga pembiasaan perilaku positif sebagaimana tertuang dalam Panduan Pesantren Ekologi.

Kepala Sekolah SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor, Nurul Hidayati, S.E., M.Pd., menjelaskan Anak-anak dibiasakan untuk menjadi cageur secara rohani melalui tadarus Al-Qur’an, mendengarkan tausiah, serta melakukan refleksi untuk memahami materi yang disampaikan guru. Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum pembentukan karakter.

Selain penguatan spiritual, kegiatan juga diisi dengan aksi nyata kepedulian lingkungan. Para siswa melakukan kerja bakti membersihkan ruang kelas, taman, lapangan, serta memilah sampah organik dan non-organik. Sekolah juga telah menyediakan tempat sampah terpisah sebagai bentuk pembiasaan menjaga lingkungan.

Menurut Nurul , kesadaran ekologi tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat. Melalui pembelajaran IPAS dan proyek P5, siswa dibiasakan memilah sampah serta melakukan penghijauan, seperti menanam pohon di lingkungan sekitar.

Pada puncak kegiatan, sekolah akan menyalurkan santunan kepada anak yatim, baik dari lingkungan internal sekolah maupun masyarakat sekitar. Jumlah penerima santunan dari luar sekolah biasanya mencapai sekitar 30 orang, sementara dari internal sekolah juga terdapat puluhan siswa yatim dan yatim piatu yang turut menerima bantuan. Dana santunan dihimpun dari donasi para siswa sebagai bentuk pendidikan kepedulian sosial.

Kegiatan pesantren Ramadan ini dilaksanakan selama lima hari penuh dengan berbagai agenda, termasuk lomba dai, lomba baca Al-Qur’an, adzan, dan kaligrafi sebagai bagian dari syiar Islam dan pengembangan bakat siswa.

“Kami berharap anak-anak mengikuti kegiatan ini secara penuh, sehingga nilai-nilai Ramadan seperti disiplin salat tepat waktu, gemar membaca Al-Qur’an, berakhlak santun, amanah, dan membantu orang tua dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Saat ditemui Mohammad Dahlan SE, Kepala SMP ITQ Bina Sejahtera mengatakan Kegiatan Pesantren Ramadhan ini , Khusus untuk SMP ITQ Bina Sejahtera Kegiatan Ramadhan dilaksanakan 10 Hari, diseling kegiatan PTS, kemudian dilanjutkan paska PTS dengan kegiatan Lomba² serta siswa diajak untuk I’tikaf di Masjid Al Iman dekat lingkungan Sekolah.

Dengan mengusung konsep Pesantren Ekologi, siswa berupaya menjadikan Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga momentum membangun karakter peduli lingkungan dan sosial bagi generasi muda.

Reporter: ( Jhon )