Pelaksanaan TKA Perdana di SMPN 1 Dramaga, 400 Siswa Kelas IX Dibagi Dua Gelombang

Bogorungkaphukumnasional.com

Bogor, 6 April 2026 – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana di SMPN 1 Dramaga mulai berlangsung pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 siswa kelas IX dan dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan sarana dan prasarana.

Humas SMPN 1 Dramaga, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pada hari yang sama, sekolah juga menyelenggarakan dua kegiatan berbeda. Siswa kelas VII dan VIII menjalani Penilaian Tengah Semester (PTS), sementara kelas IX mengikuti TKA yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Pelaksanaan TKA dimulai pukul 07.00 WIB. Sesi pertama berlangsung dari jam 7 sampai jam 9 dan alhamdulillah berjalan, meskipun ada beberapa kendala,” ujar Rahmat.

Karena keterbatasan perangkat, pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada Senin dan Selasa dengan jumlah 200 siswa, sedangkan gelombang kedua berlangsung Rabu dan Kamis dengan jumlah yang sama.

Dalam setiap sesi, hanya 50 siswa yang dapat mengikuti ujian secara bersamaan. Hal ini disebabkan keterbatasan fasilitas berupa laptop dan notebook yang tersedia di sekolah.

“Total perangkat yang kami miliki hanya sekitar 50 unit, sehingga kami harus membagi pelaksanaan menjadi empat sesi setiap harinya,” jelasnya.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada TKA hari pertama meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia. Setiap sesi ujian berlangsung selama dua jam.

Sebelum pelaksanaan TKA, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemberian jam tambahan khusus pembahasan soal hingga pembagian buku latihan kepada siswa. Bahkan, beberapa siswa juga mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah.

Namun, karena ini merupakan pelaksanaan perdana, sejumlah kendala teknis masih ditemukan. Salah satunya adalah gangguan pada sistem saat siswa hendak mengumpulkan jawaban.

“Tadi ada siswa yang sudah mengerjakan, tapi saat submit malah blank. Ini tentu berpengaruh secara psikologis pada siswa,” ungkap Rahmat.

Ia menilai secara sistem, TKA yang berbasis online sudah cukup baik karena seluruh soal dan mekanisme telah terintegrasi dalam server pusat. Namun, kendala utama terletak pada kekuatan server yang harus menampung akses serentak dari seluruh Indonesia.

“Harapan kami ke depan, sistem terutama server bisa lebih kuat dan stabil. Karena ini program nasional, jadi harus benar-benar dipersiapkan secara maksimal agar siswa bisa mengerjakan dengan nyaman,” tutupnya.

Rojai, Kepala SMP Negeri 1 Dramaga Kabupaten Bogor, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pembinaan secara intensif kepada para siswa sebelum pelaksanaan ujian.

“Kami telah memfasilitasi peserta didik dengan memberikan bimbingan intensif untuk menghadapi TKA,” ujarnya.

Ia berharap seluruh siswa dapat menjalani ujian dengan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Reporter: (Jhon)