SMPN 16 Kota Bogor Bentuk Karakter Islami Siswa lewat Sanlat

Bogorungkaphukumnasional.com

SMPN 16 Kota Bogor menggelar pesantren kilat (sanlat) bagi siswanya sebagai bagian dari proses pembelajaran selama bulan Ramadan.Senin 2 Maret 2026.

Kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) di SMPN 16 Kota Bogor tahun ini berlangsung selama sembilan hari dengan fokus pada pembiasaan sikap dan perilaku seorang muslim di bulan suci Ramadan.

Humas SMPN 16 Kota Bogor, Siti Nurma Nugraha, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa Sanlat diikuti seluruh siswa muslim kelas VII, VIII, dan IX. Sementara itu, siswa non-muslim tetap difasilitasi untuk belajar bersama guru agama masing-masing. Sebagian besar memilih belajar di rumah, namun sekolah tetap menyediakan ruang belajar apabila dibutuhkan.

“Fokus kegiatan adalah pembiasaan keagamaan yang biasa dilaksanakan selama Ramadan. Karena waktunya cukup panjang, kami maksimalkan selama sembilan hari ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dibiasakan melaksanakan salat duha, tadarus Al-Qur’an dengan target satu juz selama Sanlat, serta pendalaman materi fikih, akidah, dan akhlak. Meski memiliki target, sekolah tidak memberlakukan paksaan, melainkan mendorong siswa agar memanfaatkan waktu yang telah dijadwalkan untuk membaca Al-Qur’an.

Seluruh materi disampaikan oleh guru internal sekolah. Pihaknya menilai tenaga pendidik di SMPN 16 Kota Bogor memiliki kompetensi yang cukup untuk memberikan pembinaan keagamaan tanpa harus menghadirkan pemateri dari luar.

Tak hanya penguatan spiritual, Sanlat tahun ini juga diwarnai program kepedulian lingkungan melalui infak sedekah minyak jelantah. Orang tua siswa diajak menyumbangkan minyak jelantah yang kemudian dikelola bekerja sama dengan Greennya. Hasil pengelolaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas sekolah, seperti pembelian tanaman.

“Setiap kelas berlomba mengumpulkan minyak jelantah terbanyak. Nanti akan ada hadiah berupa tanaman untuk dirawat masing-masing kelas,” jelasnya.

Selain itu, siswa juga mendapatkan penguatan motivasi dan edukasi kesehatan mental yang disampaikan guru Bimbingan Konseling (BK). Hal ini dinilai penting mengingat berbagai tantangan dan isu yang dihadapi remaja saat ini.

“Sanlat bukan hanya soal teori agama, tapi juga praktik dan pembentukan karakter. Kami ingin anak-anak kuat secara mental, fisik, akidah, serta jasmani dan rohani,” tambahnya.

Pihak sekolah juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, seperti lembaga sosial maupun pengurus masjid di Kota Bogor, agar turut berkontribusi memberikan materi ke sekolah-sekolah.

Di sisi lain, melalui sosialisasi dari Baznas, sekolah turut mengimbau orang tua yang ingin menyalurkan zakat agar dapat menitipkannya melalui sekolah untuk kemudian disetorkan ke Baznas. Namun, sifatnya tetap sukarela dan tidak mengikat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMPN 16 Kota Bogor berharap Sanlat tahun ini mampu membentuk generasi yang religius, peduli lingkungan, serta memiliki ketahanan mental yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Reporter: (Jhon)